Search

BANGUN ISTANA WALET


Walet, layak mendapat kenyamanan tinggal sekelas istana

Burung walet akan menghasilkan sarang secara optimal ketika kediamannya sesuai. Banyak pembudidaya, terutama pemula yang asal-asalan membangun rumah walet. Padahal, selain lokasi, struktur bangunan rumah walet amat menentukan kenyamanan burung. Ujung-ujungnya berpengaruh terhadap produksi sarang. Lalu bagaimana membangun rumah untuk si liur emas agar mereka nyaman dan berproduksi secara optimal?


Memang tak ada aturan baku model rumah walet, tetapi setidaknya bangunan itu harus menyesuaikan dengan habitat asli burung walet seperti lembap, bau, dan gelap. Umumnya rumah walet berdinding tembok dan berukuran besar 10 m x 18 m x 6 m. Sekelilingnya tak boleh tertutup pepohonan yang tinggi, sehingga acapkali kita temui rumah walet menjadi bangunan tertinggi di sekitar lokasi. Rumah itu tertutup semuanya kecuali lubang masuk dan keluar untuk burung walet, berukuran kurang lebih 30 cm x 20 cm atau 45 cm x 30 cm.


Dua ruangan


Buat dinding dengan batu bata satu set atau dua sisi batu bata agar dinding tebal. Harapannya bangunan kedap suara, sehingga burung walet tak terganggu aktivitasnya. Plester dinding luar dengan campuran semen, pasir, dan kapur gamping perbandingan 1 : 3 : 9. Untuk kerangka dan langit-langitnya, gunakan kayu yang tua dan kuat. Di dalam gedung, buatkan dua ruangan sebagai tempat burung walet beraktivitas.


Dua ruangan itu yang pertama adalah daerah putaran atau roving room. Bentuknya berupa lapangan untuk walet berputar-putar sebelum masuk ke dalam ruangan beristirahat. Roving room tepat berada di depan lubang masuk burung walet berukuran minimal 3 m x 3 m atau menyesuaikan banyak sedikitnya populasi burung. Ruangan itu juga bisa menjadi tempat walet berputar-putar sebelum terbang ke langit. Kerap juga digunakan berputar-putar sebelum hinggap di sarang.


Ruangan kedua yaitu ruang istirahat atau nesting room. Ruang itu wajib memiliki cahaya remang-remang sampai gelap setara 2 sinar lilin. Suhunya 27-28 oC dengan kelembapan 80-90%. Harap maklum, resting room menjadi tempat beristirahat dan tidur si liur emas. Ruangan itu juga menjadi tempat bersarang yang terdiri dari sekat-sekat bertautan.

Pintu keluar


Selain untuk keluar masuk walet, rumah walet juga dilengkapi pintu untuk keluar masuk manusia. Pintu itu tak boleh lebih dari dua agar tak banyak cahaya yang masuk kedalam bangunan. Harap maklum, semakin banyak cahaya maka suhu dan kelembapan akan lebih berfluktuatif.


Sementara lubang keluar masuk burung walet biasanya satu buah. Berbentuk persegi panjang dengan ukuran yang menyesuaikan. Jaraknya sekitar 2 meter dari tanah. Selain itu, sebaiknya lubang itu mengarah ke utara atau selatan. Tujuannya untuk meminimalisir masuknya cahaya.



Illustrasi RBW sederhana dan tweeter AUDAX


Setelah bangunan sudah terbuat, segera lengkapi dengan peralatan penunjang budidaya seperti tweeter dan speaker. Dengan maraknya peredaran produk pendukung RBW yang ada di Indonesia, siapa saja yang ingin membangun istana walet harus pintar melakukan seleksi terhadap produk apa yang akan efektif menunjang istana tersebut. Dalam hal ini, Audax telah memberikan bukti, bukan hanya janji, 30 tahun membantu menyukseskan istana-istana walet dari pelosok timur sampai barat Indonesia. Selain mendukung dalam bentuk penyediaan produk berkualitas tinggi dengan harga ekonomis, Audax juga terus membagikan ilmu seputar RBW. Dapatkan buku petunjuk walet BUKU PRAKTIS BUDIDAYA BURUNG WALET dari distributor/agen AUDAX kesayangan Anda.


Dengan peralatan yang berkualitas plus desain yang benar, bangunan rumah itu bak istana untuk si liur emas. Walet semakin nyaman untuk tinggal. Ujung-ujungnya produksi sarang berlimpah, keuntungan tinggi pun didapat.


0 views

Copyright © 2019 by AUDAX Indonesia. All rights reserved.

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon