Search

ADAPTASI SI LIUR EMAS

Updated: Nov 28, 2018


Burung Walet membuat sarang di gedung berkelembaban tinggi dan gelap

Habitat walet secara makro dan mikro


Burung walet (aerodranus fuciphagus) adalah burung liar yang melakukan segala aktifitasnya di udara, sehingga kerap disebut burung layang-layang. Dengan mempertimbangkan habitat dan perilakunya, maka pemahaman akan lingkungan yang ideal untuk burung walet adalah faktor penentu bagi yang ingin membudidayakan burung ini agar walet bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Jika hal ini terpenuhi, maka produksi sarang walet akan maksimal. Pada artikel kali ini, Audax akan membahas mengenai lingkungan yang tepat untuk walet, dilengkapi dengan sedikit pengetahuan tentang pentingnya pintu untuk memanggil dan membuat walet bersarang dalam rumah walet, serta pemanenan sarang walet yang baik untuk kelestarian alam.


Lingkungan


Lingkungan sebagai faktor penentu dibagi menjadi dua, yaitu makro dan mikro. Habitat lingkungan mikro diantaranya adalah temperatur, kelembaban, dan intensitas cahaya di dalam gedung atau rumah walet. Sementara, lingkungan makro adalah temperatur dan kelembaban udara di luar gedung, curah hujan, serta jenis, luas, dan jarak lokasi sumber pakan.


Habitat makro lebih sulit untuk disesuaikan. Karena itu, pemilihan lokasi pembangunan rumah walet harus sangat diperhatikan. Biasanya, walet berhabitat di sekitar pantai atau daerah yang banyak tanaman seperti hutan. Hal ini dikarenakan ketersediaan pakan untuk mereka, karena daerah tersebut adalah habitat untuk serangga yang merupakan pakan walet. Walet hanya memakan serangga yang bisa terbang seperti laron, wereng, lalat, nyamuk, dan kumbang jagung; karena cara memangsa burung walet dengan menyambar serangga yang sedang terbang.


Untuk habitat mikro, yang dapat disesuaikan adalah suhu optimum (± 26-29°C) dan kelembaban relatifnya (± 85-95%). Untuk intensitas cahaya, dapat diukur menggunakan luxmeter. Intensitas cahaya yang rendah, yaitu setara dua cahaya lilin adalah lingkungan yang disukai oleh burung walet. Jika intensitas cahaya tinggi, produksi biasanya akan menurun, bahkan burung walet mungkin enggan menghuni rumah walet tersebut,


Pintu


Ada tiga cara untuk memancing walet agar masuk di dalam gedung, yaitu cara aktif, pasif, dan semi aktif. Cara aktif dilakukan dengan menetaskan telur didalam gedung. Cara pasif dengan membiarkan rumah kosong dan berharap walet masuk dan tinggal di gedung itu. Namun, yang saat ini banyak peternak gunakan adalah cara semi aktif. Cara ini dilakukan dengan menggunakan tweeter walet, menyemprotkan ramuan pemikat (parfum walet), menyediakan pakan tambahan, dan membuat kondisi di dalam gedung nyaman untuk walet.




Banyak kasus walet masuk ke rumah walet tapi tidak bersarang. Hal ini dapat ditanggulangi dengan beberapa cara, misalnya dengan membuat satu pintu keluar masuk rumah walet agar mereka tidak bingung dan cahaya matahari tidak banyak masuk. Perlu diperhatikan bahwa 80-90% walet yang masuk ke rumah baru biasanya adalah anakan walet yang baru pisah dari induknya (walet lepas sapih), sehingga ingatannya masih belum kuat.


Panen yang baik


Demi menjaga kelestarian hidup walet di alam, proses pemanenan perlu memperhatikan keberadaan telur dan anak walet. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 449/Kpts-II/1999 ,yang menjelaskan bahwa pemanenan sarang burung walet harus dilakukan dalam rangka pembinaan populasi walet, sehingga pemanenan harus memperhatikan kelestariannya. Dengan memperhatikan habitatnya secara mikro dan makro, serta kelestariannya, burung walet akan terus memberikan manfaat yang baik kepada manusia.

348 views

Copyright © 2020 by AUDAX Indonesia. All rights reserved.

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon